content top

Jumat, 15 Juli 2011

Milanisti & Interisti Medan Sayangkan Pemecatan Alfred Riedl

Pemecatan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl masih menjadi menjadi trending topic. Banyak pendapat yang beragam soal pergantian di tubuh pelatih kepala yang kini dipegang oleh Wim Rijsbergen tersebut.

Fans klub-klub Eropa juga sangat peduli tentang ini. Seperti yang diungkapkan Ketua Milanisti Indonesia Sezione Medan, Syaiful Amri Sambas, kepada GOAL.com Indonesia, yang secara pribadi  menyayangkan keputusan PSSI baru. Terlebih pemecatan tersebut, lanjutnya hanya karena dokumen kontrak pelatih asal Austria itu yang tidak ditemukan.

"Bukan karena alasan prestasi, itu yang saya sayangkan. Selama ini Riedl menangani timnas, saya pikir prestasinya lumayan bagus. Walaupun kemarin, kita tidak juara AFF, tapi itu bukanlah kesalahan teknik dari seorang pelatih," ujarnya.

Perlu diingat, lanjutnya, ketika di masa Riedl menangani timnas di situ juga mampu meningkatkan kembali harapan masyarak pecinta bola di Indonesia untuk tetap mendukung Timnas yang prestasinya selalu terseok-seok. "Tidak etis bila Riedl diputuskan kontraknya tanpa memberikan kesempatan kepadanya, untuk menjadi timnas yang tangguh tidak bisa instan," tegasnya.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=49399?area=2l&pos=2&ord=49399"></script>

Syaiful sendiri tidak mau mengaitkan pemecatan Riedl ke politik. "Karena tidak ada relevansinya. Riedl tidak punya kepentingan apapun selain untuk membawa timnas menuju prestasi yang sudah lama kita impikan. Kalo sudah diberi kesempatan tetapi Riedl tidak mampu. Mungkin baru kita evaluasi apakah dipertahankan atau ditukar. Yang bermasalah bukan di timnas dan para pelatih, tetapi di lembaga PSSI itu yang kita ingin Djohar Arifin benahi," ungkapnya.

Dia juga menilai pendepakan hanya sembilan hari sebelum laga Turkmenistan sangat aneh. "Pemain butuh konsentrasi. Kalau para pengurus PSSI masih membawa-bawa dunia politis ke dunia sepakbola sampai kapanpun indonesia tidak punya tim yang bisa dibanggakan," lanjutnya.

"Semoga pelatih yang baru, memiliki visi yang jelas dalam  merancang program latihan, agar apa yg menjadi tujuan bisa tercapai. Sosoknya juga harus tegas menolak kepentingan-kepentingan yang tidak ada kaitannya dengan kemajuan tim serta dapat mengganggu program latihannya. Dan bisa juara karena kita sudah lupa bagaimana merayakan kemenangan," pungkasnya.

Sementara itu, Pramata Ekky Putra, Korwil Inter Club Indonesia Regional Medan, menambahkan keputusan PSSI dengan memecat Riedl memiliki nilai positif dan negatif. “Soal tepat atau tidaknya, kita harus lihat hasil laga melawan Turkmenistan. Sisi negatifnya, persiapan timnas melawan Turkmenistan pasti terganggu, karena jadwal latihan sudah mepet, sementara pergantian pelatih di tengah-tengah persiapan itu. Dalam hitungan hari kok malah diganti,” ungkapnya.

Dari sisi positifnya, lanjut Ekky, Ketum PSSI yang baru terlihat serius dalam membangun PSSI dan untuk meningkatkan prestasi timnas. Walau diakuinya, sosok Riedl adalah pelatih yang bagus. “Ya kalau bisa dibilang di pengurusan yang lama (Nurdin Halid) ya Riedllah pelatih terbaik yang pernah melatih timnas,” tuturnya.

Ekky menduga, bisa saja pemecatan Riedl ditengarai masalah like atau dislike pengurus baru dengan pengurus lama. “Ya mungkin ada rasa tidak suka dengan apa yang sudah dibuat kepengurusan lama, jadi apa yang telah dijalankan dari kepengurusan lama harus diganti,” bebernya.
“Tapi ya sebagai warga Indonesia, sebenarnya siapapun pelatihnya, yang penting mamu meningkatkan prestasi timnas, dan ya mana tau bisa membawa ke Piala Dunia,” tegasnya. (gk-38)

0 komentar:

Poskan Komentar

tulis komentar sesukamu mengenai blog ini

content top